Tampilkan postingan dengan label profile. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profile. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Agustus 2010

GUEST STAR PARHEHEON NHKBP PETUKANGAN 2010

from : ENSIKLOPEDIA TOKOH BATAK
(http://tokohbatak.wordpress.com/2009/07/23/bonar-gultom-gorga/)
Bonar Gultom
Drs. Bonar Gultom (GORGA)

Tempat Tanggal/Lahir;
Siborongborong, 30 Juni 1934
Pendidikan;
Sekolah Rakyat SR di Dolok Sanggul, Humbang-Hasundutan
Mulo di Siborongborong, Tapanuli Utara
Sarjana dari Universitas Indonesia, Jakarta (1963). Selalam dalam kuliah beasiswa penuh oleh Perusahaan Belanda: NV Vereenigde Deli Maatschappijen.
Pekerjaan;Jabatan Terakhir sebelum pensiun pada tahun 1989 adalah Direktur Komersial dan Umum pada PT Perkebunan Negara XIII, Bandung, Jawa Barat.

Keluarga:
Istri Leila Ester Sitompul
Anak; tiga putera dan tiga putrid
Menantu empat orang anak
Cucu sepuluh orang cucu (2006)

Pengalaman Musik
Otodidak. Sejak kecil senang menyanyi dari umur delapan tahun
Juara I menyanyi seriosa Pekan Kesenian Mahasiswa Seluruh Indonesia pada 1958 di Yogyakarta dan tahun 1960 di Denpasar, Bali
Juara-I menyanyi seriosa bintang Radio Republi Indonesia di Medan dan kemudian di Jakarta (Nasional) 1968
Aktif sebagai anggota Paduan Suara Gereja sejak SMA dan diteruskan selama Mahasiswa.
Pemimpin dan pelatih Suara Gerejawi dan Nasional sejak Mahasiswa 1958 hingga sekarang.
Paduan Suara NHKBP Menteng Jalan Jambu, Jakarta.
Paduan Suara SERDAM ROHANI, Jakarta, mendampingi bapak E.L Pohan
Paduan Suara Ibukota, Jakarta mendampingi Binsar Sitompul
Paduan Suara Pria Immanuel GKPI Medan
Paduan Suara Gabungan GKPI Medan
Paduan Suara Exaudi GKPI Ciliwung-Bandung
PS Anugerah HKBP Jakarta
PS Gerja Bethel Indonesia, Tanjung Priok- Jakarta
PS Sola Gratia GKPI Menteng- Jakarta
Khusus sebagai PS Anugerah HKAP Jakarta, Gorga—pernah mengantarkan 2 kali Paduan Suara ini tampil dalam konser internasional di Amerika Serikat, Yaitu 1991 dalam tour – I ke Los Angeles Conductor
Memimpin gabungan Paduan Suara yang terdiri dari kontingen yang berasal dari 33 Provinsi di Indonesia, menyanyikan Mazmur 150 ciptaanya yang menjadi lagu wajib pada Pesperawi Nasional ke VI di Istora Senayan, Jakarta, dihadapan Presiden RI pada saat itu Gus Dur hadir
Mencitakan 150 lagu rohani dan non rohani—sekaligus mengarasemen untuk segala jenis musik dalam Paduan Suara.


Dalam Lomba Pasparawi Nasional ciptanya menjadi lagu wajib diantaranya;
“Doa Bagi Negara” menjadi lagu wajib PS-SATB Golongan A pada Pesparawi ke III di Medan 2006
“Langit Menceritakan” menjadi lagu pilihan wajib PS-SATB golongan B pada Pesparawi ke VIII di Medan tahun 2006
“Yesusku juru Selamatku” menjadi lagu pilihan trio SSA pada Pesparawi ke VIII di Medan tahun 2006
“Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung” menjadi lagu wajib solis remaja pada Pesparawi ke Vii di Makassar tahun 2003
“kepada siapa Aku Harus Takut” menjadi lagu pilihan pertama PS-SATB pada pesparawi ke VII di Makassar tahun 2003
“Pujian Allah di tempat kudusNya” menjadi Lagu Wajib pada Pesparawi ke VII di Jakarta tahun 2000
“Persaudaraan Yang Rukun” menjadi lagu pilihan pada Pesparawi ke aV di Surabaya 1996
hampir semua lagu ciptaanya telah dikenal dan dinyanyikan menjadi judul album mereka. Lalu tersebut dipakai sebagai lagu wajib.

Dan menerjemahakan lagu-lagu asing ke dalama bahasa Indonesia dan bahasa Batak, sekaligus membuat aransemen paduan suaranya, antaranya;O Holy night (Malam Suci?Borgin Na Badia) karya Adolphe Adams
No Body Knows (Holan Tuhan Yesus) Negro Spritual
Deep River (didia) Negro Spritual
My Heavenly Father Watches Over me (Tuhan ku menjaga aku) karya Charles Gabriel
God And Alone (hanya Allah Hu ) karya Phil Mc Hugh
Majesty (Pujianlah Yesus) karya Jack Hayfort
He is Exalted (Tuhanlah Raja Semesta) karya Twila Paris
You Raise Me Up karya Rolf Lovland (dipopulerkan oleh Josh Groban dan davi Foster)
Bagai Tetesan Embun karya Putri dan Maruli Simorangkir ,SH
Terima Kasih Tuhan karya Putri dan Maruli Simorangkir, SH
Bunga Pansur karya Cadman dan roger Wagner
Dolok Betany karya NN (Transkripsi dari kaset berbahasa Jerman)
Yesus Gembala Yang Baik karya H. R Palmer
Were You There (Uju I di atas ni sada dolok) Negro Spritual
Natarsilang do Kristus karya W.A Mozart
Narer My God to Thee karya sarah Adams dan Lowell Mason
Holan Tuhan Jesus, Negro Spritual
Nyanyian Kidung Natal karya W.A Mozart
Nearer my God to Thee karya Sarah Adams dan
Gog be With You Sai Tuhanta mandongani Ho karya William G. Tomer
Laiseir d’Amour Tuiahn Berkatilah karya Giovani Martini
Sejauh Timur dari Barat karya Jonathan Prawira
Maha Mulia (Namarmulia) karya G.F Handel
Ada saatnya kita jumpa karya Taralamsyah Saragih
Ya Allah Bapa karya st A. K Saragih
Tumbuhan Poyon-Poyon karya St A.K Saragih
The Prayer karya Carol Sager dan David Foster
Ave Maria karya Franz Schubert

Lagu Lagu Etnik yang daransemen ke Bahasa Inggris diantaranya:
Yamko Rambe Yamko (Papua) menjadi stand Tall, God Loves Us ALL
Jali-jali (Betawi) menjadi Up Anda Down
Bukit Kemenangan Karya Djuahari menjadi My God is Near Me

Karya Opera
Argado Bona Ni Pinasa (Opera Batak), 1969
Parsorion ni Parmitu (opera Batak), 1970
Kembali ke Betlehem (Opera Natal) 1972
Putih dan Hitam (opera Natal) 1972
Nostalgia Masa Hasiswa (Opera Komedi) 1979
Tumba Singamangara XII (Opera Sejarah) 1980
Kasih Paling Agung (Opera Paskah) 1982
Lilin-lilin Perdamaian (Opera Natal) 1983
Si Boru Tudosan (Opera Budaya Batak) 1989

Buku;
Kumpulan Karya Bonar Gultom (Gorga) diterbitkan Yayasan Musik Gerja (Yamuger)
• Kumpulan Lagu-lagu Rohani Untuk Paduan Suara jilid I 2002
• Kumpulan Lagu-lagu rohani untuk Paduan suara jilid II, 2005
• Opera Natal Putih dan Hitam 2005
• Kumpulan lagu-lagu rohani untuk Paduan Suara Wanita untuk PS Wanita jilid 2006

Konser:
• Dalam rangka menyambut tamu pemerintah Sumatera Utara di Medan lewat Opening dan Closing Ceremony Medan Fair (Pekan Raya Medan)
• Pageran Bernard dari Kerajaan Belanda (1972)
• Raja Boumdewijn dan Ratu Fabiola dari kerjaan Belgia (1974)
• Menyambut perdana menteri Lee Kwan Yew dari Singapura (1975)
• Dan menyambut Toen Abdul Razak dari Malaysia (1976) dengan pementasan “Arga do Bona Ni Pinasa” di alam terbuka ditepi pantai Danau Toba, Parapat.

Penghargaan;
Pada tahun 1975 menerima penghargaan dari pangeran Bernard dalam undangan khus ke Istana Kerjaan Belanda Soesdijk
Menerima penghargaan dari KNPI Sumatera Utara sebagai penghargaan atas peranyan dalam pengemabangan generasi muda Sumatera Utara 1980
Pada 1982 menerima penghargaan dari Pangkowilhan Sumatera Utara sebagai putra teladan.
Pada 1998 menrima penghargaan sari Gubernur Suamtera Utara atas lagu ciptaanya “Marsipature Hutanabe”
Pada tahun 2003 menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas prestasinya yang dicapainya saat menyutradarai pementasan Opera Arga Do Bona Ni Pinasa pada Pesta Rakyat Danau Toba di Kota Parapat sebagai opera yang melibatkan pemain terbanyak 232 orang dan merupakan pendudukan setempat.

Kamis, 10 Juni 2010

Mengenal Lebih Dekat

Courtesy : Artikel taken from Buletin NHKBP Petukangan (Mei 2010), photo borrowed from Dewan Koinonia HKBP Cijantung

Terhitung Juni 2010 lalu, Pdt. Abidan Simanungkalit, M.ment aktif menjadi pendeta baru ressort di HKBP Petukangan. Lahir 62 tahun yang lalu pada tanggal 1 April 1948, di Simanungkalit, Tarutung, beliau memulai pelayanan gereja sebagai Guru Huria HKBP Simanungkalit pada tahun 1967. Sejak saat itulah sampai 28 tahun selanjutnya beliau menjadi Guru Huria di berbagai tempat di Sumatra Utara, sebelum akhirnya beliau ditabiskan menjadi seorang Pendeta.

Pdt. Abidan Simanungkalit, M ment melaksanakan praktek pertama kalinya selama 6 bulan di HKBP Simanungkalit, lau berlanjut ke HKBP Parsaoran Na Uli selama 4 tahun. Dan pada tahun 1972-1979 beliau mendapatkan pengalaman yang berharga saat beliau mengalami adanya konflik agama di HKBP Tanjung Bale. Setelah dari sana pelayanan beliau terus berlanjut sampai ke HKBP Tomoan, Pematang Siantar dimana disana beliau bertemu dengan banyak kenalan pendeta sewaktu praktek dulu. Lalu 5 tahun setelahnya, 1983-1987, pelayanan beliau berpindah ke luar Jawa saat menuju HKBP Pontianak, Ressort Pontianak, Kalimantan Selatan. Tidak lama setelahnya beliau lalu kembali pulang ke medan dan melayahi di HKBP Dolok Sanggul pada tahun 1987-1991. Tempat terakhir beliau menjadi guru huria adalah di HKBP Mandala Ressort Sukarame, Medan terhitung sejak tahun 1991-1994.

Di tahun 1994 inilah Pdt.Abidan Simanungkalit, M ment mengalami pergumulan yang sangat besar saat beliau harus ditinggalkan sang istri L.br.Nainggolan pada tanggal 19 Februari. Bersamanya beliau dikaruniai Tuhan 3 anak perempuan dan 3 anak laki-laki. Setahun setelah sepeninggal sang istri Pdt.Abidan Simanungkalit, M ment mendapatkan panggilan untuk masuk ke sekolah pendeta di Sipaholon, Tarutung dan setelahnya melaksanakan penebalan pendeta di HKBP Sudirman, Medan pada tanggal 24 Oktober 1998.

Di tahun yang sama setelah penebalan pendetam beliau lalu ditempatkan di HKBP Petojo, pimpinan HKBP Tomang Barat sebagai pendeta yang diperbantukan, dan ditahun itu pula Tuhan mengaruniakanya seorang pendamping bernama Biblevro br. Pasaribu yang sekarang telah mengaruniakanya satu anak laki-laki.

Pada tahun 2004,
Pdt.Abidan Simanungkalit, M ment kembali menjadi pendeta yang diperbantukan di HKBP Tanggrang Kota, Banten, pimpinan jemaat HKBP Serpong. Dan untuk pertama kalinya beliau di angkat sebagai pendeta ressort di HKBP Serpong pada Oktober 2004. Setelah itu beliau berpindah ke HKBP Cijantung sebagai pendeta ressort dari tahun 2008 sampai pertengahan 2010. Di tahun 2010 inilah Pdt.Abidan Simanungkalit, M ment berpindah ke HKBP Petukangan menggantikan Pdt. B.R.H Simanungkalit.

Tak kelak perjalanan pendidikan dalam bidang keagaaman pun diambilnya hingga mendapatkan gelar Master of Ministry pada tahun 2006. Beliau juga menempuh kuliah guru di Nomensen dari tahun 1982-1983. Dalam kehidupanya beliau memiliki ayat pegangan yang diembanya selalu, yaitu Kolose 3:4 yang berbunyi "Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menytakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan." Selain memiliki ayat pegangan beilau juga memiliki moto yaitu selesaikanlah permasalahan yang ada hari itu juga. Sehingga beliau tidak pernah membawa permasalhan yang ada sampai ke tempat tidur. Opung dari 8 cucu ini juga memiliki hobi yang sangat unik yaitu menembak dan berburu, sejalan dengan cita-citanya tempo dulu sebagai seorang tentara.

Bicara tentang kepemimpinan beliau memiliki sosok pemimpin yang diidolakanya, yaitu Dr. Justin Sihombing, mantan Eforus HKBP, yang selama 4 tahun telah membinanya menjadi Guru Huria di HKBP Parsaoran Na Uli. Dan sebelum menutup wawancara, beliau memberikan pandanganya mengenai kepemimpinan. "Pemimpin haruslah persuasif, rendah hati, tidak perlu otoriter dan keras tangan", tuturnya.